Jumat, 28 Desember 2012

Jemaat Pertama


JEMAAT PERTAMA
Diajukan Sebagai Salah Satu Tugas Mandiri Mata Kuliah Misiologi Jurusan Perbandingan Agama Semester V

Disusun oleh:
Siti Maftuhah
1210 1020 19



JURUSAN PERBANDINGAN AGAMA
FAKULTAS USHULUDDIN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
2012

KATA PENGANTAR

                                                                                                    
Bismillahirrohmanirrohim.
Teriring salam dan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan kami kesehatan sehingga masih bisa menikmati segarnya udara sampai saat ini. Begitupun pada kekasihNya yang senantiasa membagikan ilmunya pada kami semua sampai kita bisa sampai pada abad peradaban ini, Muhamad SAW.
Kepada kedua orang tua kami juga yang senantiasa memberkati kami dengan doa – doa ijabahnya, sehingga kami masih bisa menjadi salah satu generasi penerus kesuksesan. Dan kepada bapak dosen mata kuliah yang senantiasa memberikan ilmunya untuk menambah khazanah keilmuan kami. Dan tidak lupa untuk semua sahabat – sahabat yang selalu medukung kami dan senantiasa berbagi ilmu bersama untuk menjadi insan cendikia yang bijaksana. Terimakasih.
Tak ada sesuatu pun yang sempurna di dunia ini. Karena itulah pasti masih banyak kekhilafan yang kami lakukan dalam penulisan makalah ini. Kritik dan saran selalu kami nantikan agar menjadi pembaikan bagi kami dalam setiap pembelajaran hidup yang kami jalani.
Alhamdulillah.



Bandung, 2012
Penyusun

DAFTAR ISI





BAB 1  PENDAHULUAN

1.1         Latar Belakang

Kehidupan Kristen yang sesungguhnya lahir pasca kematian dan kebangkitan Yesus, tiga hari setelah penyalibanya oleh para tentara Romawi. Masa setelah Yesus diangkat ke langit dan dipercayai oleh umat Kristen di dunia, duduk disebelah kanan Bapa adalah masa di mana umat Kristen-Yahudi saat itu kehilangan sosok seorang guru. Karena itulah, sesaat sebelum kematianya Yesus telah menugaskan pada murid-muridnya untuk tetap tinggal di Yerusalem da berkonsentrasi untuk menjadi kristus juga mengajarkanya pada umat manusia agara mereka ikut terselamatkan oleh pelayanan Yesus sebagai hamba Tuhan. Dari sanalah, kelompok umat Kristen yang dipercayai sebagai pengikut atau murid Yesus pertama kali, yang mempercayai kematian dan kebnagkitan Yesus disebut sebagai Jemaat mula-mula, atau Jemaat Perdana, atau Jemaat Pertama.
Peran mereka dalam mengkhabarkan injil sangat besar, khususnya Rasul Paulus. Ialah yang dipercayai sebagai salah satu murid Yesus yang mengkhabarkan injil di luar Yerusalem dan juga yang mencetuskan adanya konsili pertama di Nicea saat itu. Banyak juga jasa-jasa dan juga mukjizat lain yang dimiliki kedua belas Rasul itu, kecuali Yudas Iskariot, dalam mengkhabarkan injil sehingga Kristen bisa berkembang samapi saat sekarang ini.

1.2         Rumusan Masalah

Dalam penulisan makalah ini, beberapa masalah yang penulis angkat sebagai rumusan pembahasan adalah sebagai berikut;
1.      Siapakah Jemaat pertama?
2.      Bagaimana bentuk kehidupan mereka?
3.      Apa peran mereka dengan perkembangan misi Kristen di dunia?

1.3         Tujuan Penulisan

Tujuan dari penulisan makalah ini adlaah untuk mengetahui;
1.      Tentang Jemaat pertama.
2.      Bentuk kehidupan mereka.
3.      Peran mereka dengan perkembangan misi Kristen di dunia.


BAB 2  PEMBAHASAN

2.1         Pengertian Jemaat

Dalam kamus bahasa Indonesia, jemaat berarti kumpulan dari rang-orang yang percaya akan kekuatan adikodrati yakni Tuhan[1]. Sedangkan menurut kristologi adalah orang-orang pertama yang menyebut diri atau disebut dirinya sebagai orang Kristen, yakni mereka yang mengahayati hidup Kristen pada mula-mula. Diri mereka itu bisa disebut sebagai jemaat mula-mula atau jemaat perdana, atau jemaat pertama[2].
Dalam buku Misiologi, terdapat beberapa definisi mengenai Jemaat dala Al Kitab, antara lain[3]:
1)      Meninggikan Dia dan memuji-muji. (Mzm: 107)
2)      Diatas Batu karang Yesus akan mendirkan jemaatnya dan alam maut tidak akan menguasainya. (Mat: 16:18)
3)      Jemaat untuk tempat demokrasi pengangkatan pemimpin (Kis; 6:5, 6:9, 15:2). Jemaat memilih pemimpin mereka. (Kis; 14:23)
4)      Jemaat menjadi damai karena dibangun akna takut kepada Tuhan, Jumlahnya semakin bertabah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus. (Kis; 9:31)
5)      Jemaat adlaha orang-orang kudus (1 Kor; 1:2), tetapi ia tidak boleh mengahkimi orang di luar Jemaat (1 Kor; 5:12) karena Allah yang akan mengahakimi semua orang (1 Kor; 5:13), Jemaat hidup dala ketetapaNya (1 Kor; 7:17).
6)      Jemaat tidak boleh membantah perintah Allah (1 Kor; 11:16). Apabila kamu berkumpul sebagai Jemaat. Ada perpecahan diantara kamu, dan ahl itu sedikit banyak aku percaya(1 Kor; 11:18).

2.2         Perbedaan Jemaat dan Gereja

Dari beberapa pengertian dalam subbab sebelumnya, dapat diketahui bahwasanya seorang jemaat adalah orang-orang yang percaya akan kematian dan kebangkitan Yesus pada masa mula-mula, yakni pasca kebangkitan Yesus, dan mereka adalah orang-orang terpilih yang dipilih oleh Yesus sendiri saat kebangkitanya. Jika seperti itu, apakah perbedaanya dengan Gereja?
Gereja adalah persekutuan dari orang-orang yang percaya kepada kristus dan karena kristus berasal dari Allah, maka diberi kesimpulan bahwa gereja adalah persekutuan umat Allah[4]. Misi utama dari sebuah gereja adalah untuk mendekatkan diri pada Tuhan Allah, karena itulah gereja pun sering disebut sebagai Gereja Tuhan atau Kerajaan Allah, yakni karena didalamnya Tuhan sendirilah yang memulai pelayananNya untuk memberitakan Kerajaan Allah.
Terdapat hubungan yang sangat erat antara keduanya, Jemaat dan Gereja. Bahwasanya sekumpulan para jemaat yang sama-sama telah mempercayai kebangkitan Yesus dan juga memiliki tujuan bersama untuk memberitakan Injil, mereka akan membentuk sebuah komunitas yang selanjutnya menjadi Gereja. Perbedaanya, Jemaat pertama hanya disandarkan pada para Rasul yang menjadi murid Yesus saat masa-masa awal krsten, tidak untuk sesudahnya. Sedangkan Gereja adalah penyebutan umum untuk kumpulan orang-orang yang percaya akan kematian dan kebangkitan Yesus, kapanpun dan dimanapun. Selain dari itu, untuk masa sekarang ini Gereja lebih diidentikan dengan bangunan ibadah dari para Jemaat berkumpul untuk melaksanakan sakramen dan jamuan-jamuan bersama memecahkan roti dan berdoa[5].

2.3         Sejarah Gereja Mula-Mula

Sebelum Yesus naik ke surga, Ia memberikan perintah kepada para murid-Nya untuk pergi ke Yerusalem dan menunggu di sana sampai Roh Kudus dicurahkan ke atas mereka. Dengan kuasa yang diberikan Roh Kudus itu Yesus berjanji akan memperlengkapi murid-murid-Nya untuk menjadi saksi-saksi, bukan hanya di Yerusalem tapi juga di ke ujung-ujung bumi (Kis. 1:1-11). Janji itu pun digenapi oleh Kristus dan perintahnya ditaati oleh murid-murid-Nya.
Amanat Agung yang diberikan Kristus sebelum kenaikan ke surga (Mat. 28:19-20) betul-betul dengan setia dijalankan oleh murid-murid-Nya. Sebagai hasilnya lahirlah gereja/jemaat baru baik di Yerusalem, Yudea, Samaria dan juga di perbagai tempat di dunia (ujung-ujung dunia).
Gereja/jemaat yang baru berdiri mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Kuasa Roh Kudus sangat nyata hadir di tengah jemaat. Namun demikian tantangan dan kesulitan juga mewarnai pertumbuhan jemaat mula-mula itu. Tapi luar biasa, justru karena keadaan yang sulit itu gereja semakin berkembang.
Salah satu kendala yang terjadi adalah adanya penganiayaan yang dialkukan oleh Kaisar Agustus pada umat Kristen saat itu. Sebelumnya, sebelum kaisar mangetahui bahwa Kristen bukanlah bagian dari agama Yahudi, pihak kerajaan tetap tenang dan tidak pernah mengganggu ritual peribadatan. Namun, setelah secara terang-terangan umat Yahudi menunjukan kebencianya pada Kristen, sikap kaisar menjadi berubah dan menyerang umat Kristen serta menganiayanya. Penyebab dari terjadinya penganiayaan ini antara lain:
·         Karena orang Kristen menolak untuk menyembah Kaisar.
·         Karena orang Kristen dituduh melakukan hal-hal yang menentang kemanusiaan, seperti menolak menjadi tentara, mengajarkan tentang kehancuran dunia, membiarkan perpecahan keluarga, dll.
·         Karena orang Kristen dituduh mempraktekkan immoralitas dan kanibalisme, misalnya melakukan cium kudus, bermabuk-mabukan, dosa inses, makan darah dan daging manusia[6].
Namun, walaupun keadaan tidak mendukung, perkembangan umat Kristen bukan malah menurun, namun semakin gencar untuk mengajarkan injil. Karena itulah, dengan semangat missionary yang tinggi bukan malah keadaan buruk itu mengurangi peminat Kristen tapi malah membuat orang-orang semakin tertarik untuk memeluk Kristen saat itu, dan jumlah pemeluk Kristen pun semakin berkembang pesat saat itu.

2.4         Jemaat Pertama

Disebutkan dalam Kisah para Rasul bahwa “Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, dan Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus (Kis; 1:13). Lalu mereka mengusulkan dua orang: Yusuf yang disebut Barsabas dan yang juga bernama Yustus, dan Matias (Kis; 1:23).”
Di bawah ini akan disebutkanmengenai biografi mereka, adalah sebagai berikut:

2.4.1        Petrus

Nama lengkapnya adalah Simon Petrus. Ia merupakan murid pertama Yesus bersamaan dengan Andreas. Sebagai seorang murid, ia mendapatkan sebutan gelar “Kefas” yang berarti batu karang atau batu besar. Ini dihubungkan dengan keteguhanya mengabarkan injil pada umat non Yahudi dan juga nyaris berhasil membawa teman-teman untuk kembali kepada kehidupan yang lama sebagai nelayan di Kapernaum ( Yoh 21:1-14).
Ayahnya Yunus, ia berasal dari Kota Betsaida, daerah Golan, terletak di tepi pantai danau Galilea, dan ia juga pernah menjadi nelayan di tempat itu. Beberapa keistimewaan Petrus saat menjadi seorang rasul adalah sebagai berikut:
  • Petrus menjadi pemimpin. Mendapat karunia mujizat. Menyembuhkan penyakit hingga membangkitkan Dorkas. ( Kis 3:1-10; 5:15; 9:32-34)
  • Petrus terbuka dengan paradigma baru. Ia melayani Kornelius, non-Yahudi. ( Kis 10)
  • Membuka bible study bagi non-Yahudi. ( Gal 2:11)
  • Di bebaskan dengan ajaib dari penjara dan kembali bersemangat mengabarkan Injil. ( Kis 12:7)
  • Menulis surat yang menjadi berkat. ( 1 Ptr 5:)[7].

2.4.2        Paulus

Ia lebih sering disebut sebagai Paulus dari Tarsus. diakui sebagai tokoh penting dalam penyebaran dan perumusan ajaran kekristenan yang bersumberkan dari pengajaran Yesus Kristus. Ia dilahirkan di di kota Tarsus tanah Kilikia (sekarang di Turki), dibesarkan di Yerusalem dan dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel.
Ia juga adalah serorang Farisi, yakni salah satu madzhab beraliran paling keras dalam agama Yahudi. Sebelum menjadi seorang Rasul, ia menjadi orang yang menganiaya orang-orang Kristen pada masa itu, namun setekah pertemuanya dengan Yesus di Damaskus, ia menjadi pengikut Yesus (Kis: 9). Ia mengatakan bahwa keselamatan yang dibawa oleh Yesus bukanlah hanya untuk umat Yahudi saja, namun untuk semua umat manusia di dunia ini. Karena pernyataanya ini, akhirnya terjadi perdebatan diantara orang Yahudi asli yang telah masuk Kristen dengan orang-orang Kristen non Yahudi. Dari sanalah muncul pelaksanaan Sinode atau Konsili Gereja yang pertama oleh rasul Petrus dan Yakobus (Kis: 15). Hasil daripada konsili itu adalah:
  1. Untuk menikmati karya penyelamatan Yesus, orang tidak harus menjadi Yahudi terlebih dahulu
  2. Orang-orang Kristen yang bukan berasal dari latar belakang Yahudi tidak diwajibkan mengikuti tradisi dan pantangan Yahudi (misalnya perihal tentang sunat dan memakan makanan yang diharamkan).
  3. Paulus mendapat mandat untuk memberitakan Injil ke daerah-daerah berbahasa Yunani.
Dari sinilah Paulus dinobatkan sebagai seorang Santo atau orang suci dan surat-suratnya menjadi bagian penting dalam Perjanjian Baru.[8]

2.4.3        Yohanes

Yohanes (bahasa Yunani Ιωάννης - Ioannes) adalah putra dari Zebedeus. Ibunya diyakini bernama Salome. Yohanes adalah saudara dari rasul Yakobus. Dalam Injil, Yohanes dan Yakobus disebut Boanerges yang berarti "anak-anak guruh". Beliau dipercaya sebagai penulis dari beberapa buku dalam Alkitab yakni Injil Yohanes, tiga surat (Surat 1 Yohanes, Surat 2 Yohanes, Surat 3 Yohanes) dan Wahyu kepada Yohanes.
Salah satu mukjizatnya sebagai rasul adalah saat ia digoreng di dalam minyak panas, namun Allah masih menolongnya hingga ia masih tetap bertahan untuk hidup. Namun selanjutnya ia diasingkan ke pulau Patmos untuk kerja paksa di tambang batubara. Pada saat ia berada di sana, ia mendapatkan wahyu sehingga ia bisa menulis kitab Wahyu. Kemudian ia dibebaskan dan akhirnya kembali menjadi uskup di Edessa (sekarang di wilayah Turki). Ia adalah satu-satunya Rasul yang mencapai usia lanjut dan meninggal dengan tenang.[9]

2.4.4        Yakobus

Santo Yakobus (wafat tahun 44; bahasa Ibrani: יעקב, Yaʿaqov; bahasa Inggris: James; bahasa Spanyol: Santiago) adalah putra dari Zebedeus dan Salome, dan juga merupakan saudara dari Yohanes, ia dan saudaranya disebut Boanerges yang berarti anak-anak guruh. Ia disebut sebagai Yakobus besar, ini untuk membedakannya dengan rasul lainnya yakni Yakobus anak Alfeus. Yakobus tercatat bersama-sama Petrus dan Yohanes sebagai 3 murid yang paling dekat dengan Yesus Kristus.
Kisah perjalanan hidupnya bahwa di awal tahun 44 (sebelum bulan April), ia dieksekusi mati dengan pedang oleh Raja Herodes Agripa I (Kisah Para Rasul 12:1-2). Menurut cerita rakyat yang tersebar bahwa Surat Yakobus dalam Perjanjian Baru bukan ditulis oleh Yakobus bin Zebedeus ini, melainkan menurut tradisi ditulis oleh Yakobus yang Adil, saudara Yesus.
Ia melakukan perjalanan, berangkat menuju Hispania dan menyebarkan ajaran Yesus di sana. Selanjutnya mengadakan perjalanan menuju Galicia, Spanyol; Guimarães, Portugal; dan Rates (kini Póvoa de Varzim), Portugal. Di Rates, ia mentahbiskan Santo Petrus dari Rates sebagai uskup pertama di Semenanjung Iberian.
Berdasarkan tradisi masyarakat kuno di sana, pada 2 Januari 40,  mengatakan bahwa Santa Maria menampakkan diri kepada Yakobus di tepi sungai Ebro di Caesaraugusta, ketika ia sedang menyebarkan ajaran di Spanyol. Maria secara tiba-tiba muncul di pilar, dan tempat tersebut kini menjadi Basilika Bunda Pilar Kami (Basilica of Our Lady of the Pillar) di Zaragoza. Kemudian, ia kembali ke Yudea, dan di sana ia dieksekusi mati pada tahun 44. Setelah mati dieksekusi, menurut cerita yang berkembang di masyarakat, jenazahnya dibawa oleh malaikat dan dibawa dengan perahu tak berawak ke Iria Flavia, Spanyol, dan sosoknya muncul di pihak pasukan Kristen pada Pertempuran Clavijo selama Reconquista, yang selanjutnya disebut matamoros (Pebasmi Moor). Santiago y cierra España ("Santo Yakobus dan bertarung untuk Spanyol") menjadi sebuah yel pada tentara Spanyol.[10]

2.4.5        Filipus

Ia lahir di Bethsaida, Galilea. Pada awalnya Rasul Filipus ini mungkin adalah murid Yohanes Pembaptis, karena hanya injil Yohanes yang menyebutkan dua kisah Filipus ini di dalamnya. Dia dipanggil oleh Yesus sendiri dan dia membawa Natanael besertanya (Yohanes 1:43-51). Aksi Rasul Filipus selanjutnya bisa dibaca dalam Kisah Para Rasul 8:4-13. Menurut tradisi, dia mewartakan Kabar Gembira di Phrygia dan menjadi martir dengan cara disalibkan terbalik di Hierapolis, Yunani, pada masa pemerintahan Kaisar Domitian.
Lambang Rasul Filipus adalah sebuah salib yang didampingi oleh dua bundaran yang melambangkan dua potong roti. Dua potong roti Ini merujuk pada kata-kata Yesus yang ditujukan kepada Filipus mengenai pemberian makan kepada ribuan orang dalam Injil Yohanes 6:5-7, berkatalah Ia kepada Filipus: "Dimanakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?" Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu apa yang hendak dilakukan-Nya. Jawab Filipus kepada-Nya: "Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja."[11]

2.4.6        Thomas

Ia adalah orang Yahudi yang termasuk dalam bilangan 12 rasul. Ketika Yesus berkata bahwa Ia ingin kembali ke Yudea untuk mengunjungi sahabatnya Lazarus yang menderita sakit keras (Yohanes 11), Thomas menyemangati para rasul lainnya untuk ikut menemani Yesus dalam perjalanan yang penuh bahaya maut. Pada perjamuan terakhir (Yohanes 14), ketika Yesus memberitahu para muridNya bahwa Ia akan pergi untuk menyiapkan tempat bagi mereka kemana mereka akan datang karena mereka juga tahu tempat dan jalannya, Thomas berkata bahwa mereka tidak mengerti. Yesus lantas meyakinkan bahwa Kristus adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup.
Namun yang paling kita ingat dari Rasul Thomas yaitu keragu-raguannya akan Kebangkitan Yesus seperti disaksikan oleh para rasul pada hari Minggu Paskah yang pertama (Yohanes 20:19-20). Delapan hari sesudahnya, pada penampakan Kristus yang kedua, Yesus menegur Thomas dengan lembut karena ketidak-percayaannya dan selanjutnya memberikan bukti-bukti seperti yang dituntut oleh Thomas, tangan yang berlubang bekas paku dan luka di lambungNya. Thomas menjadi yakin akan Kebangkitan Yesus dan dengan serta-merta berseru "Ya Tuhanku dan Allahku". Dengan demikian Thomas menyatakan pengakuan iman akan ke-Allah-an Yesus (Yohanes 20:24-29). Rasul Thomas juga disebut dalam peristiwa penampakan Kebangkitan Yesus lainnya di tepi danau Tiberias (Yohanes 21).
Menurut tradisi, setelah para rasul berpisah setelah peristiwa Pantekosta, Saint  Thomas dikirim untuk mewartakan Kabar Gembira di berbagai tempat dari Laut Kaspia, Parthian, Medes, sampai Teluk Persia dan akhirnya mencapai India dimana banyak penduduk asli di negara bagian Malabar menjadi Kristen dan menyebut diri mereka sebagai "umat Kristen Thomas". Ritus khas mereka yaitu Syro-Malabar dan Syro-Malankara adalah dua diantara 22 ritus yang dikenal dan diakui oleh Gereja Katolik. Ia menjadi martir di sekitar kota Madras, India di tempat yang bernama Calamine; mati dengan cara ditombak.
Dalam dunia seni, Rasul Thomas digambarkan berlutut dihadapan Kristus yang bangkit dengan mulia, dan lambangnya adalah sebuah penggaris-siku tukang kayu dan sebilah tombak, alat yang digunakan untuk membunuhnya. Rasul Thomas adalah Saint  pelindung para arsitek.[12]

2.4.7        Bartholomeus

Nama Bartholomeus ini  berarti "putera Tolomai" (bar = bin = putera) dan dikenal juga sebagai Natanael dari Kana, sahabat Filipus (Yohanes 1:43-51). Ia dibawa kepada Yesus oleh Filipus, dimana Yesus memujinya sebagai orang Israel sejati yang tidak memiliki kepalsuan didalamnya.
Menurut berbagai tradisi, dia mewartakan Kabar Gembira di Etiopia, India, Persia dan Armenia, dimana dia menjadi martir dengan cara dicambuk sedemikian kejamnya sehingga semua kulitnya menjadi hancur terlepas dan dicacah dagingnya hidup-hidup dengan pisau dan dipenggal oleh raja Astyages. Tempatnya meninggal adalah di Abanopolis, di tepi barat Laut Kaspia. Dalam dunia seni, digambarkan memegang sebilah pisau, salah satu alat yang dipakai untuk membunuhnya. Lambang Saint  Bartolomeus adalah tiga bilah pisau.[13]

2.4.8        Simon

Ia disebut sebagai orang Kanaan atau Zealot (Matius 10:4, Markus 3:18, Lukas 6:15) karena menjalani hukum Yahudi dan hukum Kanaan secara ketat. Menurut legenda, Rasul Simon mewartakan Kabar Gembira di berbagai tempat di Timur Tengah dan didampingi oleh Rasul Yudas Thadeus dalam berbagai perjalanan misionarisnya. Dia menjadi martir dengan cara digergaji tubuhnya dibelah dua. Dalam dunia seni dilambangkan dengan sebilah gergaji, alat yang dipakai untuk membunuhnya, atau dilambangkan dengan sebuah buku, simbol semangatnya akan Hukum Allah.[14]

2.4.9        Barnabas

Ia adalah rang Yahudi yang lahir di Siprus (Kisah Para Rasul 4:36-37). Nama aslinya Yusuf tetapi dinamakan Barnabas oleh para Rasul (Kisah Para Rasul 4:36), dimana dia dihargai sebagai seorang Saint oleh karena kerjasamanya dengan Rasul Paulus (a.l. Kisah Para Rasul 11:19-30). Ia juga merupakan sepupu Saint Markus dan anggota komunitas Kristen di Yerusalem.
Ia pernah menjual semua hartanya semi untuk membantu para rasul yang lain. Ia juga pernah meyakinkan rasul-rasul yang lain untuk menerima Paulus yang sebelumnya pernah menjadi penyiksa umat Kristen saat itu. Selain dari itu, saat ia dan Paulus dikirim ke Antiokia, Siria untuk menengok umat Kristen di sana, iamembawa sumbangan umat antiokia itu ke Yerusalem semasa terjadi bencana kelaparan.
Ia berdua dan juga sepupunya Yohaes Markus pernah melakukan perjalanan misionaris ke Siprus, Perga (dimana Yohanes Markus melanjutkan ke Yerusalem) dan Antiokia di Pisidia dimana Paulus dan Barnabas ditolak habis-habisan oleh orang Yahudi sehingga mereka memutuskan untuk mewartakan Injil kepada kaum pagan. Mereka lalu melanjutkan ke Ikonium dan Listra di Lycaonia, dimana awalnya mereka dianggap sebagai dewa dan kemudian dilempari batu dan diusir dari kota.
Mereka kembali ke Antiokia di Siria etika ada perselisihan mengenai hukum agama orang Yahudi Kristen. Paulus dan Barnabas pergi ke Yerusalem, dimana dihadapan konsili itu diputuskan bahwa kaum non-Yahudi tidak perlu disunat untuk dibaptis. Saat sekembalinya mereka ke Antiokia, Barnabas ingin membawa serta Yohanes Markus, tetapi Paulus menolak karena Yohanes Markus meninggalkan mereka di Perga. Paulus dan Barnabas berpisah, dan Barnabas kembali ke Siprus bersama-sama dengan Yohanes Markus. Tidak diketahui lagi berita selanjutnya, namun dipercaya bahwa Barnabas dan Paulus akhirnya berdamai.
Tradisi menyebutkan bahwa ia menjadi martir di Salamis, Siprus pada tahun 61 selama penindasan terhadap umat Kristen oleh Kaisar Nero. Lambangnya adalah 6 mawar berbentuk segitiga terbalik. Dirayakan tiap tanggal 11 Juni.[15]

2.4.10    Andreas

Ia lahir di Bethsaida, saudara dari Simon Petrus, murid dari Yohanes Pembaptis, seorang nelayan, Rasul yang pertama dipanggil (Matius 4:18, Markus 1:16, Yohanes 1:40). Ketika Yohanes Pembaptis menunjuk kepada Yesus dan berkata: "Lihatlah Anak Domba Allah" dengan serta merta dia meninggalkan Yohanes Pembaptis untuk mengikuti Yesus.
Menurut legenda, dia mewartakan Kabar Gembira di Yunani bagian Utara, yaitu Epirus dan Scythia, dan menjadi martir di Patras sekitar tahun 70 dengan cara disalibkan pada salib yang berbentuk huruf X. Dia tidak dipakukan pada kayu salib tetapi diikatkan. Sebelum ia meninggal, ia disiksa dengan hukum cambuk oleh tujuh tentara dan diikat di salib. Dengan cara demikian mereka bisa memperpanjang masa sakit dan masa siksaannya.
Seorang pengikut Andreas yang turut menyaksikan hukuman Andreas menceritakan perkataan yang telah diucapkan oleh Andreas sebelum ia meninggal dunia,. "Ternyata keinginan dan cita-cita saya bisa terkabul dimana saya bisa turut merasakan masa-masa terindah dengan disiksa dan disalib seperti Tuhan Yesus". Bahkan pada saat ia disiksa pun tiada henti-hentinya ia berkhotbah terus kepada mereka yang mengelilinginya. Dia bertahan selama dua hari dalam kesengsaraan dan masih terus berkhotbah sebelum ajalnya tiba. Dalam dunia seni, dilambangkan dengan salib berbentuk huruf X, yang disebut Salib Rasul Andreas; dihormati sebagai Saint  pelindung Russia dan Skotlandia dan Patriarch Ekumenikal.[16]

2.4.11    Matius

Ia adalah rang Galilea, putera dari Alfeus (Markus 2:14) dan dipanggil untuk menjadi rasul sewaktu sedang duduk-duduk di kantor pajak di Kapernaum (Matius 9:9). Sebelum bertobat ia bekerja sebagai pemungut cukai/pajak. Dia diidentifikasi sebagai Lewi oleh Markus dan Lukas (Markus 2:13-17 dan Lukas 5:27-32). Rasul Matius ini adalah salah satu penulis Kitab Injil.
Injil Matius ditulis untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak bagi orang Yahudi, baik mereka yang percaya maupun yang tidak percaya. Bagi orang Yahudi, Injil Matius dipergunakan untuk memberi semangat bagi cobaan-cobaan yang akan datang, terutama kemungkinan mereka kembali memeluk agama Yahudi. Bagi mereka yang tidak percaya, Injil Matius didesain untuk meyakinkan mereka bahwa Mesias telah datang dalam wujud Yesus dimana semua nubuat tentang Mesias telah terpenuhi secara spiritual dan bukan secara fisik. "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini". Oleh karenanya, Injil Matius menjawab pertanyaan yang diajukan oleh murid-murid Yohanes Pembaptis, "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?" (Matius 11:2-18)
Ia menulis Injil dalam bahasa aslinya yaitu bahasa Aram. Segera setelah itu, pada masa penindasan oleh raja Herodes Agripa I di tahun 42, Ia berangkat ke luar wilayah. Tradisi lain menyebutkan bahwa Rasul Matius menulis kitab Injilnya antara saat keberangkatannya hingga Konsili Yerusalem, yaitu antara tahun 42 dan 50. Yang pasti, Injilnya yang menggambarkan Kota Suci, Yerusalem, dengan altar dan Bait Suci (sinagoga) yang masih utuh dan tanpa referensi kepada pemenuhan nubuat oleh Yesus, menunjukkan bahwa Injilnya ditulis sebelum penghancuran kota Yerusalem oleh orang-orang Romawi di tahun 70 dan bukti-bukti ini menguatkan tradisi sebelumnya.
Menurut berbagai tradisi, dia mewartakan Kabar Gembira di Yudea, Etiopia, Persia dan Parthia, dan menjadi martir. Matius meninggal dunia, karena disiksa dan dibunuh dengan pedang di Etiopia. Dalam dunia seni, digambarkan sebagai orang suci yang bersayap karena perannya sebagai Penginjil (Evangelis) dan Injilnya yang menggambarkan sifat-sifat manusiawi Yesus Kristus. Lambangnya adalah tiga kantung uang yang merujuk pada pekerjaannya sebagai pemungut cukai/pajak sebelum ia dipanggil untuk mengikuti Yesus.[17]

2.4.12    Yudas

Ia adalah satu-satunya rasul yang berhianat pada Yesus, dan juga satu-satunya rasul yang bukan berasal dari Galilea (non Galilea). Ia berasal dari Carioth, sebuah kota di sebelah selatan Yudea. Dia adalah bendaharawan para Rasul, namun disebut sebagai maling kecil oleh Yohanes. Mengenai kematiannya, Matius mengatakan bahwa Yudas menggantung diri, sedangkan Kisah Para Rasul menyatakan bahwa ia jatuh tertelungkup, perutnya terbelah dan isinya menghambur keluar. Kedua laporan ini lebih menekankan segi makna daripada cara Yudas meninggal yaitu kesengsaraan kematian seorang pendosa. Konsensus umum tentang sebab mengapa Yudas berhianat terhadap Yesus difokuskan pada imaginasi Yudas yang salah dan penolakan untuk menerima konsep Juru Selamat (Mesiah, Kristus) yang menderita, dan penderitaan dirinya sendiri sebagai seorang Rasul.[18]

2.5         Jemaat Dalam Kehidupan Gereja

Dalam menjalani kehidupan sehari-harinya, para jemaat mengkiblatkan dirinnya pada Yesus. Mereka menjadikan yesus tauladan dan juga daya penggerak dari kehidupan mereka.[19] Dalam melaksanakan kehidupan kristianinya, gaya hidup mereka bersumber dari apa yang ada dalam Al Kitab dan digerakan oleh Roh Kudus. Beberapa contoh dari kehidupan gereja mereka adalah mereka selalu bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Selain dari itu juga, mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Mereka juga selalau berbagi antar sesame, dan kadangkala menjual apa yang mereka miliki demi kebutuhan bersama untuk dibagikan pada sesamanya yang membutuhkan.
Selaian dari itu, menngikut pada tauladan Yesus untuk melayani manusia-manusia di bumi, bahwasanya Ia (Yesus) memberikan nyawanya untuk menjadi tebusan bagi banyak orang[20]. Maksud tebusan di sini adalah bahwa ia menjadikan dirinya tebusan bagi manusia dari keadaan jelek dan malang, yaitu keadaan berdosa, perbudakan, dan tawanan keagamaan[21]. Ini berarti bahwa Yesus ingin untuk melayani manusia (umatNya) dengan cara menyelamatkan mereka dari penganiayaan yang dilakukan oleh manusia-manusia lain yang tidak menyukai ajaraNya. Begitupun dengan yang dilakukan oleh rasul Paulus bahwa ia pernah berkata ia mau untuk menjadi seorang manusia terkutuk dan terpisah dari kristus demi saudara-saudaranya yakni kaum sebangsa (Yahudi).[22]
Di sini jelas sekali bahwa dalam menjalani kehidupan dalam gereja, para rasul sangat menauladani sikap-sikap Yesus yang selalu menebarkan kasih bagi umat manusia dan juga senantiasa berkorban dan membantu sesame. Ia selalu mencoba untuk memberikan pelayanan terbaiknya bagi umatnya, sehingga para rasul pun dianjurkan untuk berbuat seperti apa yang diajarkanya, entah itu dalam gereja pada sesamanya ataupun pada manusia-manusia di luar gereja.
Setelah kewafataNya yang sesungguhnya, yesus mengajarkan pada mereka untuk selalu mendatangkan Roh Kudus dalam setiap langkah ihwal mereka, agar mereka selalu terberkati oleh sang Roh Kudus. Seperti yang ucapkanya pada muridnya saat makan bersama suatu hari, bahwa Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem Sdan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji bapa , yang demikian katanya. Telah kamu dengar daripadaku, sebab Yohanes membaptis dengan air, tapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus (Kis, 1:4-5).
Ini menjelaskan bahwa selain daripada rasa kasih yang harus ditebarkan diantara mereka (para rasul), dalam menjalani kehidupan gereja mereka juga diharuskan untuk setia dan menunggu untuk janji Bapa sampai akhirnya nanti mereka tidak akan dibaptis lagi dengan air, namun langsung denga Roh Kudus, yakni dengan cara selalu mendatangkan Roh Kudus dalam diri mereka sehingga mereka akan selalu merasa melakukan segalanya hanya demi kesucian Yesus dan Roh Kudus yakni tidak memikirkan duniawi, hanya menjadi saksi kristus yang suci .


BAB 3  PENUTUP

3.1         Kesimpulan

Dari semua pembahasan yang telah penulis angkat, dapat disimpulkan bahwa keberadaan para rasul itu sangatlah penting bagi perkembangan umat Kristen di dunia ini. Keberadaan mereka menjadi unsur terpenting dalam lahirnya agama Kristen, utamanya dalam hal pengkhabaran misi injil pada umat manusia di dunia. Para rasul itu adalah Paulus, Petrus, Yohanes, Yakobus, Filipus, Bartholomeus, Thomas, Simon, Barnabas, Andreas, Matius, dan Yudas.
Kedua belas dari mereka memiliki peran penting tersendiri antara stu sama lain dalam mengkhabarkan injil pada umat. Salah satu dari mereka yang mengkhabarkan injil ke luar Yerusalem/Yahudi adalah Paulus. Mayoritas dari mereka lebih menekankan pengkhabaran injil di dalam wilayah Kristen itu sendiri, yakni sekitar Yerusalem. Selain dari Yudas Iskariot, seorang penghianat dari para rasul itu kesemuanya memiliki mukjizat yang dilimpahkan oleh Roh Kudus pada mereka untuk menunjukan kebenaran dari diri dan juga ajaran yang dibawa mereka dari Yesus. Kesemuanya juga menjadi seorang martir yang meninggal dengan cara yang sama mulianya dengan Yesus, yakni dengan mengorbankan dirinya demi keselamatan umat kristiani.


REFERENSI


Al Kitab
KBBI Offline
Harianto GP. Pengantar Misioogi (Misioligi sebagai jalan menuju pertumbuhan). Yogyakarta: Pustaka Referensi. Hlm: 54.
C. Groenen OFM dan Stefan leks. Percakapan Tentang Mengikuti Yesus (Berdasarkan Al Kitab). Yogyakarta: Kanisius. Hlm: 135.


[1] KBBI offline.
[3] Harianto GP. Pengantar Misioogi (Misioligi sebagai jalan menuju pertumbuhan). Yogyakarta: Pustaka Referensi. Hlm: 54.
[5] Ibid.
[8] http://id.wikipedia.org/wiki/Paulus_dari_Tarsus
[12] Ibid.
[13] Ibid.
[14] Ibid.
[15] Ibid.
[16] Ibid.
[17] Ibid.
[18] Ibid.
[20] C. Groenen OFM dan Stefan leks. Percakapan Tentang Mengikuti Yesus (Berdasarkan Al Kitab). Yogyakarta: Kanisius. Hlm: 135.
[21] Ibid. Hlm: 152.
[22] Ibid. Hlm: 153.